Wednesday, September 12, 2012

KERAGAMAN KARYA SENI RUPA MURNI TRADISIONAL, MODERN DAN KONTEMPORER


BAB I
KERAGAMAN KARYA SENI RUPA MURNI TRADISIONAL, MODERN DAN KONTEMPORER


Tujuan yang diharapan dari sajian materi Bab I adalah mengacu pada tujuan pembelajaran yang telah digariskan pada Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Indikator Pembelajaran.

Standar Kompetensi :
Mempresentasikan tentang keragaman gagasan seni rupa murni tradisi, modern, kontemporer di wilayah Nusantara dan Mancanegara dengan memperhatikan konteks kehidupan  masyarakat dan budayanya

Kompetensi Dasar :
1.      Mengklasifikasikan  corak dan fungsi seni rupa tardisi, modern dan kontemporer di wilayah Nusantara dan Mancanegara
2.      Membandingkan corak dan fungsi seni rupa tardisi, modern dan kontemporer di wilayah Nusantara dan Mancanegara .

Indikator
Siswa dapat :

1.      Membuat tulisan tentang corak seni rupa tradisi, modern, dan kontemporer di wilayah Nusan tara dan Mancanegara
2.      Membuat tulisan tentang fungsi seni rupa tradisi, modern, dan kontemporer di wilayah Nusan tara dan Mancanegara
3.      Mendiskripsikan perbandingan tentang corak seni rupa tradisi, modern, dan kontemporer di wilayah Nusantara dan Mancanegara
4.      Membuat tulisan tentang persamaan dan perbedaan  corak dan fungsi seni rupa tardisi, modern dan kontemporer di wilayah Nusantara dan Mancanegara







S
eni rupa merupakan salah satu cabang seni yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. Setiap orang menghendaki memiliki rumah, perabotan rumah, dan busana atau pakaian yang bagus yang memerlukan unsur-unsur seni rupa. Dekorasi rumah baik interior maupun eksteior tidak bisa lepas dari sentuhan seni rupa. Lukisan, relief, patung dan seni terapan dapat digunakan untuk memperindah bangunan rumah atau gedung baik interior maupun eksteriornya.
Seni rupa telah berkembang sejak zaman lampau hingga masa kini yang melahirkan beraneka ragam corak serta mempunyai bermacam fungsi.

A.    Corak Seni Rupa Murni
Corak atau gaya dalam seni rupa murni yang digunakan para perupa dalam menciptakan karya seni baik yang ada di Nusantara maupun Mancanegara, hampir tidak memiliki perbedaan, terutama pada corak seni rupa murni modern dan kontemporer.

1.      Corak Seni Rupa Murni Tradisional
Seni rupa tradisi adalah seni rupa yang dibuat dengan mengikuti pola-pola atau norma-norma tertentu yang berlaku disuatu daerah dan dibuat berulang-ulang tanpa merubah bentuk aslinya. Karya seni rupa murni tradisi diciptakan untuk kepentingan kebutuhan emosi atau rohani dan kepentingan estetis (rasa keindahan). Seni rupa murni tradisi meliputi seni lukis, seni relief (seni ukir), seni patung dan seni kria murni.

a.       Corak seni rupa murni tradisi Nusantara
Di wilayah Nusantara terdapat beraneka ragam corak seni rupa tradisi, hal ini disebabkan wilayahnya yang luas dan terdapat bermacam-macam tradisi, budaya, lingkungan alam, adat, dan agama. Seni rupa murni Nusantara diawali sejak zaman prasejarah berupa lukisan/relief babi dan cap-cap tangan pada dinding serta patung perlambang dari roh nenek moyang. Berikut ini beberapa karya seni rupa murni tradisi Nusantara :


(1)   Lukisan Wayang Kamasan di kabupaten Klungkung Bali
Lukisan Wayang Kamasan menggunakan obyek batu-batuan, pohon-pohonan, awan wayang parwa dan wayang kanda. Obyek dilukis dengan cara distilasi, diulang dan disusun bertumpuk, kesan garis jelas (garis kontur dan garis cawi), warna-warna monoton, dan bercorak dekoratif.








 





                                                           



             Lukisan Wayang Kamasan                     Patung suku Asmat

(2)   Relief dan patung pada bangunan candi di Jawa Tengah
Relief dan patung di Jawa tengah berkesan Agamais, yang merupakan pengaruh dari Agama Hindu, Budha dan budaya/seni rupa India. Relief dan patung yang terdapat pada candi Prambanan dan Borobudur menampilkan obyek Dewa, Budha, manusia, fauna dan flora yang bercorak Naturalis. Relief pada dinding candi Prambanan mengisahkan tentang ceritera Ramayana dan pada candi Borobudur mengisahkan tentang perjalanan sang Budha.
(3)   Seni Patung suku Asmat di Irian Jaya
Karya patung suku Asmat bercorak Premitif, dengan bentuk yang kaku dan pahatan yang agak kasar. Karya seni patung tersebut dibuat merupakan simbolis dari roh nenek moyang.
(4)   Lukisan dan relief suku Dayak di Kalimantan
Karya lukisan dan relief suku Dayak bercorak Dekoratif, premitif dan magis dengan menonjolkan warna-warna merah, putih dan hitam.

(5)   Ukiran dan patung pada bangunan Pura di Bali
Pura-pura di Bali diperindah dengan relief/ukiran dan patung-patung yang bercorak Agamais dan Dekoratif sehingga berkesan Agung.
(6)   Lukisan kaligrafi
Lukisan kaligrafi merupakan lukisan corak Islam asli yang menggunakan huruf Arab sebagai unsur utama. Seni ini dapat ditemukan pada bangunan masjid, batu nisan, istana/keraton raja, dsb.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment