Thursday, June 7, 2012

PENILAIAN, PENGUKURAN, DAN EVALUASI


PENILAIAN, PENGUKURAN, DAN EVALUASI


Di dalam buku ini, aku (pengarang) akan mempertimbangkan sebuah penilaian meliputi pengumpulan informasi mengenai fungsi siswa, staff, dan instansi pendidikan tinggi. Sebuah informasi boleh atau tidak boleh dalam bentuk angka, tetapi alasan dasar untuk mengumpulkan itu adalah untuk mengembangkan fungsi instansi dan orang-orang di dalamnya. Aku menggunakan “fungsi” untuk mengacu pada tujuan sosial sebuah perguruan tinggi atau universitas, untuk memfasilitasi belajar dan pengembangan siswa, dan untuk membantu pada suatu komunitas dan masyarakat.
            Pada umumnya yang sering digunakan, istilah penilaian dapat mengacu pada perbedaan aktifitas : a) semata-mata hanya untuk mengumpulkan informasi, dan b) pemanfaatan informasi tersebut untuk kepentingan instansi dan kemajuan perorangan.
Penilaian, tentu harus dilakukan dengan inovasi dan dengan nilai-nilai pertimbangan. Seperti contoh, ketika kita memberikan ujian di sebuah perguruan tinggi, ada banyak cara yang mana sebuah kenyataan bisa digunakan atau dievalusasi. Banyak diantara kita yang mengajar akademik terkadang memberikan pembelajaran ujian secara pokok untuk mengetahui beberapa tujuan.
            Pada situasi lain, kita mungkin tertarik dalam mengevaluasi informasi yang dihasilkan oleh ujian-ujian kita. Kita mungkin saja ingin mengukur efektifitas usaha yang bersifat pendidikan atau ingin membagi tulisan atau nilai secara lisan yang bagaimana untuk diberikan kepada siswa kita untuk/sebagai fasilitas dalam belajar mereka. Para siswa mungkin saja tertarik akan hasil evaluasi mereka untuk beberapa alasan yang sama ; untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan nilai mereka supaya bisa menjadi pelajar yang lebih efektif.
            Dalam kesempatan yang sama, saya membantah bahwa penilaian pada sebuah perguruan tinggi dan fakultas pendidikan dapat meningkatkan performa mereka sebagai guru dan penasihat seorang murid dan sebagai kontributor terhadapa kemajuan sebuah pengetahuan.

PENILAIAN KEUNGGULAN PENDIDIKAN

Beberapa diantara kita yang sebagai pelayan pada sebuah fakultas pendidikan atau sebagai tenaga administrasi harus setuju bahwa yang kita lakukan adalah untuk mempromosikan sebuah “keunggulan” pada instansi kita.
Sampai sekarang saya sangat setuju dengan konsep keunggulan semata-mata pada level tertentu. Pada level tersebut seolah-olah  kita mempromosikan sebuah tujuan yang mana hanya instansi kita saja yang dapat melaksanakannya, bagaimanapun juga kita tahu bahwa berbicara itu lebih keras dari pada sebuah kalimat, dan dalam hal ini sebenarnya kita telah melakukan sebuah tindakan untuk mempromosikan sebuah keunggulan bahwa kesulitan adalah awal mula dari kebangkitan. Penilaian sudah barang tentu merupakan salah satu maksud yang kita coba untuk menerapkan keunggulan pada negara kita.
Keunggulan Menurut Pandangan Tradisional
Konsep sumber daya didasarkan pada ide yang unggul semata-mata tergantung pada seberapa banyak sumber daya yang kita miliki, semakin banyak sumber daya yang kita miliki semakin unggul pula institusi kita. Sumber daya yang diharapkan untuk bisa membuat kita unggul memiliki beberpa tipe yang berbeda; uang, kualitas fakultas yang tinggi dan kualitas para siswa fakultas tersebut.
Keunggulan dan Penilaian
Konsep keunggulan berbeda tersebut memiliki dampak yang nyata terhadap kegiatan penilaian, seperti contoh ;  jika kita beroprasi menurut sumber daya dan pandangan reputasi sebuah keunggulan, kita akan cenderung terfokus pada kegiatan penilaian siswa-siswa kita saat para siswa masuk. Menurut pandangan/kebijakn lain, jika kita percaya bahwa keunggulan kita adalah seberapa bagus kita mendidik siswa-siswa kita, oleh karena itu jika kita memiliki bakat pengembangan dengan pendekatan, kita akan dimudahkan untuk menilai perubahan atau perkembanan atau pertumbuhan siswa-siswa kita dari waktu ke waktu. Kemudian sebuah keunggualn ditentukan dengan kualitas dan kuantitas siswa dan pembelajaran dan perkembangan fakultas.
MENGAPA KITA MENILAI ?
Mengapa kita mengetes dan menilai siswa ? dari sekian banyak bentuk penilaian, terdapat dua level pertanyaan nyata yang bisa dijawab : tujuan yang bersifat segera terhadap kegaiatan penilaian, dan nilai dasar, seperti contoh ; seseorang bisa membantah bahwa kita membutuhkan calon siswa untuk mengambil ujian penerimaan siswa baru supaya a) untuk membantu kita memilih siswa-siswa kita (tujuan yang mendadak), b) untuk mengangkat keunggulan sebuah institusi ( nilai dasar) ada kegiatan penilaian yang diberikan bisa juga untuk tujuan ganda dan nilai ganda.
Setidaknya terdapat empat kegiatan institusi berbeda yang melibatkan penilaian siswa : 1) Penerimaan siswa baru, 2) pembinaan dan penempatan, 3) ruang belajar, 4) dan pemberian gelar diplomatik atau sertifikat.
Tipe penilaian apa yang harus kita gunakan untuk menghubungkan dengan setiap kegiatan dan nilai dan konsep keunggulan apa yang bisa mendukung ? mari kita mulai dengan penerimaan siswa baru.
1) Penerimaan siswa baru
Banyak diantar kita bejerja di sebuah perguruan tinggi dan universitas cenderung melupakan bahwa kita masih mempunyai banyak tanggungjawab untuk melakukan penilaian pada sekolah lain. Kegiatan tersebut meliputi sistem penilaian untuk menghasilkan ranking kelas dan nilai rata-rata.
Antara tes dan nilai rata-rata dan ranking kelas digunakan sebuah perguruan tinggi dan universitas untuk membantu memutuskan layak atau tidaknya lamaran siswa untuk bisa diterima, semakin tinggi skore yang dimiliki semakin besar kesempatan seorang siswa untuk bisa diterima di sebuah perguruan tinggi atau universitas meskipun banyak pertimbangan yang diberikan pihak perguruan tinggi dan universitas dalam memutuskan penerimaan siswa baru.
Motivasi apa sebuah perguruan tinggi dan universitas menggunakan penilaia  penerimaan siswa baru dalam sesi ini ? mengapa skor tinggi seorang siswa begitu berat untuk didapatkan bagi siswa lain? Meskipun banyak cara untuk menjawab pertanyaan tersebut, seseorang yang sudah bekerja cukum lama di akademik akan memberitahumu bahwa penerimaan siswa secara seleksi menandakan keunggulan sebuah akademik. Lebih selektif sebuah akademik maka akan lebih unggul sebuah akademik diperkirakan.
Tentu saja, banyak perguruan tinggi dan tenaga administrasi / pengurus sekolah secara rutin menggunakan nilai rata-rata sekolah dan nilai rata-rata penerimaan siswa dalam memasukkan / menerima sesorang sebagai daya ukur kualitas sebuah indtitut atau keunggulannya. Jika nilai naik maka kualitas bisa diasumsikan mengalami peningkatan, tetapi jika nilai turun maka sebuah kualitas bisa diasumsuikan mengalami kemunduran.
            Meskipun banyak perguruan tinggi dan universitas tidak dalam posisi melaksanakan penerimaan siswa baru secara selektif ( terutama penerimaan siswa terbuka pada institusi umum ) hampir semua nilai institusi mdmungkinkan siswa memiliki nilai tinggi dan hampir tidak ada institusi secara bebas mencari atau atau mempersiapkan kekuarangan-kekurangan dalam mempersipakan siswa mereka.
2) Bimbingan dan Penempatan
            Kegiatan penilaian utama siswa yang kedua terpusat pada bimbingan dan penempatan. Disini, lebih hanya sekedar kegiatan penilaian, alasan utama hanya untuk meningkatkan proses pengajaran dan pembelajaran. Sebuah institusi menggunakan variasi tes nasional seperti halnya tes lokal – untuk menempatkan siswa di tempat belajar yang sesuai dan untuk membantu mereka menentukan keputusan tentang tempat  belajar dan rencana karir mereka.
3) Ruang belajar
            Area utama yang ketiga dalam kegiatan penilaian siswa terjadi pada hubungan dengan perguruan tinggi, tiga bentuk utama penilaian dilibatkan disini ; ujian, projek penilaian ( pekerjaan rumah dan tugas dalam kertas ) dan nilai.
Para pendidik percaya bahwa penggunaan penilaian kelas dapat memfasilitasi proses pengembangan bakat sebagai perangsang belajar siswa. Alasan utama dalam memebrikan penilaian kelas dan pemberian ujian kelas adalah untuk mengetahui nilai mereka dalam kelas.
Semua bentuk penilaian kelas tersebut bisa dan sering digunakan untuk menghailkan nilai rata-rata siswa.
            Sebuah aspek yang menarik dalam pengambilan nilai rata-rata adalah hal tersebut dapat memberi sedikit informasi tentang apa yang sebenarnya siswa ketahui atau kompetensi atau kemampuan/bakat apa yang sebenarnya mereka miliki.
Banyak guru mengevaluasi ujian dan proyek kelas secara berkala untuk sebuah tujuan pengambilan nilai rata-rata. Meraka mengamati hasil tes atau proyek ujian kelas hanya untuk mengambil nilai rata-rata. Seperti halnya praktek tidak akan memberikan kontribusi yang cukup terhadap proses pengembangan kemampuan, akan tetapi pengambilan nilai rata-rata dalam ujian dan proyek kelas bisa, tentu saja, untuk memepertinggi pengembangan kemampuan. Penilaian hasil ujian atau projek kelas akan melibatkan hasil balik yang spesifikasi mengenai aspek tertentu dari tugas siswa.
4) Pemberian gelar dan Ijazah
            Kita sudah menggambarkan tehnik apa yang kemungkinan besar digunakan dalam pemberian gelar. Beberapa siswa akan sangat setuju jika nilai rata-rata mereka diatas batas angka minimal. Hampir 40 persen setiap waktunya orang-orang yang masuk perguruan tinggi untuk pertama kalinya telah mengambil setidaknya satu kesempatan penempatan ujian, dan lebih baik dari 20 persen para siswa telah mengambil dua atau lebih dalam setiap ujiannya.
            Pemberian sertifikat dengan ujian terdapat dalam bentuk yang berbeda. Satu kesatuan unit Universitas di New York, pejabat luar Bupati setuju dengan program tersebut. Masih pada kebiasaan yang lain yang digunakan dalam penilaian untuk sebuah tujuan sertifikasi adalah pemberian gelar secara profesional yang terjadi di lapangan, seperti, Hukum, Ekonomi, Keperawatan, Pembelajarandi sekolah.
            Semenjak tes-tes tersebut diatur secara berkala oleh beberapa asosiasi profesional atau oleh unit agen yang lebih cukup dari pada institusi pendidikan tinggi, mereka tidak akan mempertimbangkan untuk berada disini untuk lebih lanjutnya. Bagaimanapun juga hal lain yang tersebar luas dalam menggunakan tes dalam sertifikasi di sebuah akademi. Seorang siswa yang ingin melewati ujian sertifikasi pada susunan bahasa inggris seperti sebuah kondisi untuk menerima keputusan seorang bujangan. Seperti halnya tes lebih atau kurangnya memaksa pada sebuah institusi swasta, semenjak melewati mereka menjadi prasyarat kepada siswa untuk mendapat bantuan uang.
5) Penilaian dosen
            Diantara penilaian pada sebuah perguruan tinggi adalah membawa sebuah tujuan yang hampir sama terhadap penilaian terhadap siswa: untuk mendukung sumber penghasilan dan angka reputasi dari sebuah keunggulan dan untuk membantu kegiatan administrasi pokok. Pada beberapa penelitian kampus, kapasitas calon anggota staf pengajar untuk mengkontribusi pengembangan kemampuan ( kompetensi menajar dan komitmen terhadap siswa ) mendapat sedikit pertimbangan pada proses penilaian.
            Kemiripan metode bisa dikatakan bagaimana tentang penilaian kita terhadap staf pengajar dan staf administrasi perguruan tinggi, Mereka telah melakukan secara rutin untuk menyiapkan reputasi dan penghasilan nilai lebih cukup untuk memngembangkan bakat siswa.

SEBUAH PENGERTIAN MODEL UNTUK PENILAIAN
Bagaimana mungkin sebuah penilaian bisa digunakan untuk memberi arahan atau menginformasikan sebuah  perguruan tinggi dan tenaga administrasi ? Jika seorang pendidik tertarik dalam menggunakan penilaian untuk belajar seberapa efektif  fakta-fakta kegiatan pendidikan atau program yang sedang mengembangkan bakat siswa. Hal ini tidak cukup sederhana untuk mencari dan memilih sejumlah “ hasil penilaian”. Setidaknya, kesepakatan yang bagus dalam pendidikan adalah “ evaluasi” dilakukan pada cara ini.
Hal-hal berikut ini adalah awal belajar sebagai kritikan kita, tiga pokok pelajaran tentang penilaian di perguruan tinggi.
1.      Lulusan dari sebuah institusi atau program, apakah kita mengukur hal ini pada terminologi / istilah tentang bagaimana banyak lulusan mendapat tingkatan yang lebih tinggi, berapa banyak uang yang didapatkan oleh alumni, atau apapun yang tidak banyhak memberitahukan kepada kita tentang dampak pendidikan tersebut atau efektifitas pendidikan dalam mengembangkan bakat. Hal ini merupakan prinsip penting yang sangat utama untuk perguruan tinggi di Amerika, diberikan sebuah kenyataan bahwa tiga ribu institusi dalam sistem kita sangat puas terhadap macam siswa yang mereka daftarkan.
2.      Ukuran seorang lulusan seperti Ph.D. (gelar) produktifitas,tidak ditentukan sendiri dengan ukuran tunggal seperti kemampuan seorang siswa.  Pada kenyataannya, meskipun dalam percepatan belajar kita tentang fenomena ini kita menemukan masukan secara fariabel seperti jenis kelamin para siswa dan bidang utama dakam belajar setidaknya merupakan hal penting sebagai kemampuan dalam menentuka lulusan P.hD.
3.      Meskipun jika kita memiliki masukan yang bagus dan data lulusan siswa. Pemahaman kita terhadap proses pendidikan akan sangat terbatas jika kita kekurangan informasi tentang lingkungan dunia pendidikan. Seperti itu, hal ini merupakan satu hal yang perlu diketahui bahwa perguruan tinggi kamu menghasilkan lebih atau kurang. Lingkungan yang bagaimana yang bisa memberikan dampak untuk menghasilkan hasil lebih atau kurang terhadap lulusan mereka? Ini merupakan pelajaran terakhir yang menyarankan masukan atau data lulusan dengan diri mereka sendiri sangat terbatas penggunaanya. Apa yang kita butuhkan dalam penmbahan adalah informasi tentang lingkungan pendidikan siswa dan pengalaman: Materi, fasilitas, fakultas dan ketua kelompok yang mana para siswa harus diarahkan. 




PROSES PERENCANAAN
PENGERTIAN PERENCANAAN
1.      Perencanaan adalah pemilihan dan penggabungan pengetahuan, fakta, cara dan asumsi untuk masa depan untuk tujuan visualisasi dan formulasi mencapai tujuan.
Perencanaan dapat membantu atministrator untuk mempersiapkan yang lebih baik pada masalah-masalah yang tampak dan tidak tampak.
2.      perencanaan adalah alat mengadaptasi dengan motivasi baru yang menggairahkan untuk menyelesaikan konflik, meningkatkan kualitas, memperbaiki komunikasi dan pencapaian harapan, dll.
Proses perencanaan dibangun berdasarkan delapan kunci pertanyaan:
1)      Where are we? (dimana kita berada) yaitu segala fasilitas, kondisi, kemampuan kita saat itu. Dianalisis dengan analisis swot
2)      Where do we want to go? (kemana kita akan pergi) yaitu tujuan yang akan kita capai.
3)      What resources will we commit to get there? (sumber daya apa saja yang kita miliki untuk mencapai tujuan tersebut?)
4)      How do we get there? (bagaimana cara kita untuk mencapainya) berhubungan dengan metode, strategi, dan prosedur.
5)      When will it be done? (Kapan akan dilaksanakan) berhubungan dengan jadwal
6)      Who will be responsible? (siapa yang akan bertanggungjawab)
7)      What will be the impact on human resources? (dampak apa yang akan terjadi pada sumber daya)
8)      What data will be needed to measure progress? (data apa yang digunakan untuk mengukur kemajuan).

STRATEGI DAN OPERASIONAL PLANNING
Ada dua tipe perencanaan, yaitu:
a.       Strategi planning adalah melakukan sesuatu yang benar sebagai proses pencapaian tujuan suatu organisasi pada perubahan tujuan, sumber daya yang digunakan, dan kebijakan dan disposisi sumber daya. Strategi planning merupakan program perencanaan jangka panjang yang diatur untuk masa depan.
b.      Operasional planning adalah proses yang dilakukan oleh atministrator dengan menggunakan sumber-sumber yang tersedia dengan efektif dan efisien untuk mencapai tujuan strategi. Operasional planning fokus pada keadaan sekarang, sumber-sumber yang ada sekarang, masalah-masalah operasional dan stabilitas termasuk sistem Bottom Up Planning.

TEORI PERENCANAAN
Teori perencanaan membantu menjelaskan bagaimana memilih dan menbuat keputusan individu untuk dilakukan. Teori perencanaan didasarkan pada pertanyaan bagaimana seorang perencana memilih pelaksanaan program.
Terdapat tiga model teori perencanaan, yaitu:
1.      Rasinal Comprehensive Model
Rasionaliti dicapai dengan:
·         Pendirian yang bersih pada sebuah tujuan
·         Penyatuan dari seluruh model alternatif kemungkinan untuk mencapai tujuan tersebut
·         Evaluasi dari pelaksanaan alternatif
·         Pemilihan alternatif untuk mencapai tujuan
Pada model ini perencana selalu memilih solusi yang memungkinkan hasil maksimum bagi organisasi dan membuang kesalahan yang muncul.
2.      Disjointed Incrementalist Model
Model ini didasarkan pada argumen:
§  Nilai, tujuan dan analisis empirik
§  Selama cara dan tujuan tidak jelas maka analisis sering tidak tepat dan terbatas
§  Tes sebuah rencana yang bagus adalah tes yang didasarkan pada persetujuan cara yang tepat, untuk sebuah persetujuanan yang berdasarkan tujuan.
3.      Syntesis or Eclectic Model

PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Esensi Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan adalah pemilihan tindakan dari beberapa kemungkinan yang bersaing dan alternatif, tentunya pilihan antara yang benar dan yang salah.
Beberapa macam cara pengambilan keputusan, yaitu:
v  Traditional Approaches
Berdasarkan pada:
·         Kekuasaan, biasanya didasarkan pada tradisi, posisi, dan status dalam organisasi atau dari keahliannya
·         Pengalaman seseorang, digunakan ketika menghadapi masalah baru
·         Alasan logis, dibuat untuk menentukan kesinpilan berdasarkan pada pengetahuan dan asumsi fakta biasanya disimpulkan secara induktif atau deduktif.
Metode modern dalam pengambilan keputusan dikembangkan karena adanya kritik bahwa kekuasaan, pengalaman dan rasionaliti tidak selalu cocok dengan kenyataan masa depan dan tidak mangikuti persepsi lalu.
v  Problem Solving Aproaches
Problem solving lebih luas dari pada pengambil keputusan yang lain. Problem solving adalah sebuah alat yang dapat anda gunakan kapanpun untuk membuat sebuah perubahan. Problem solving menjadi rencana ketika berorientasi pada masa depan dan akan menjadi rencana dalam pengambilan keputusan ketika ada paksaan untuk membuat keputusan yang berorientasi masa depan.
Langkah-langkah problem solving, yaitu:
§  Definung a problem situation (merumuskan sebuah masalah)
§  Mengumpulkan alternatif solusi dengan brainstorming, reviewing, revising, elaborating, dan recombining solution.
§  Explorasi dan evaluasi
§  Selection of prefered caurse of action
§  Implementasi dan evaluasi pilihan yang dipilih.
v  Decision Tree Analisys adalah metode pembuatan keputusan dengan membandingkan alternatif-alternatif strategis, sederhana tetapi kuantity, menggunakan alasan-alasan logis, mengorganisasi dan memaparkan anatomi masalah, mengevaluasi, menilai kemungkinan, dan menentukan strategi optimal dengan merata.
Decision tree analisis membantu individu menyusun pikiran mereka untuk merangkai kebutuhan dan menyiapkan alat untuk mengkomunikasikan hal yang berhubungan dengan keputusan.
v  Delphi  Method adalah suatu metode untuk mengestimasi sesuatu dengan cara mengumpulkan, mentabulasi dan mengevaluasi secara sistemik opini sekelompok pakar tanpa bertemu atau berdiskusi secara langsung.
SETTING PRIORITIES
Idealnya prioritas harus diatur yang pertama adalah kebutuhan primer yaitu hal-hal yang berhubunan dengan penerima servis atau layanan dalam hal pendidikan misalnya siswa atau wali murid, baru kemudian kebutuhan sekunder yaitu yang berhubungan dengan pemberi layanan seperti guru, kepala sekolah, dll.
            Dari survey data setting prioritas terdapat beberapa metode, yaitu:
a.       Categiry Scales, berdasarkan rating yang paling penting dari tujuan umum atau tujuan khusus
b.      Magnitude Estimation Scaling (MES)
c.       Paired-Weighting Procedure (PWP)
d.      Rank-Order-of-Difference Scores
e.       Priority Need Index
f.       Three-Factor formulas
g.      Matrix Analyses
h.      Goal Framework Model
i.        Setting priority dari Nonsurvey Data
j.        Integrative Procedure

No comments:

Post a Comment